Connect with us

DESTINASI

Menhub Sebut Bakal Ada Transportasi Massal dari BIY ke Borobudur

Published

on

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Adilmakmur.co.id, Kulon Progo – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan antara Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menuju Borobudur dalam rangka mendukung percepatan pertumbuhan wisata Kawasan Strategis Pembangunan Nasional Borobudur.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Kulon Progo, DIY, Minggu (25/8/2019), mengatakan nanti ada jalan menuju Borobudur, namun pihaknya tidak bisa memastikan rute yang akan dibangun, serta moda transportasi yang akan digunakan apakah otobus atau yang lainnya.

“Yang pasti ada kendaraan massal yang disediakan menuju ke Borobudur,” kata Budi Karya di sela-sela peninjauan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta.

Terkait Gubernur DIY Sri Sultan HB X memberikan izin pembangunan jalan tol di kawasan Bukit Menoreh oleh pemerintah pusat, Budi Karya mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti.

“Namun pembangunan jalan merupakan kewenangan Kementerian PUPR, nanti tentu pembangunannya akan diupayakan secepat mungkin,” kata Budi Karya Sumadi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulon Progo Agus Langgeng Basuki mengatakan konsep tol yang melintasi Kulon Progo masih belum ada keputusan.

“Kami belum bisa menyebutkan pintu-pintu tol yang lewat Kulon Progo. Kami hanya diminta Pemda DIY untuk memberi masukan terkait konsep tol tersebut yang kemudian diusulkan ke Direktorat Kementerian Bina Marga,” kata Agus Langgeng.

Ia mengatakan pintu keluar tol itu dirancang untuk melayani pengguna jalan di sejumlah kawasan strategis, seperti RSUD Wates, kawasan perkotaan Wates baru, kawasan industri di Kecamatan Sentolo dan terutama Bandara Internasional Yogyakarta.

“Adapun konsep yang diusulkan Pemkab Kulon Progo yaitu kehadiran tiga exit tol yang dirancang mampu menampung lebih dari 500.000 kendaraan. Kemudian mempermudah akses kendaraan di kawasan strategis,” katanya.

Lebih lanjut Agus Langgeng mengatakan pemkab juga telah menyusun rencana detail teknis jalan layang yang menghubungkan jalan tol, jalan nasional, dan RSUD Wates. Saat ini RSUD Wates sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan untuk menjadi rumah sakit berstandar internasional.

“Pembangunan jalan layang kami usahakan anggarkan lewat dana keistimewaan karena lokasi ruas jalan dari rumah sakit menuju jalan nasional, yang nanti terhubung ke rencana tol itu masuk satuan ruang strategis keistimewaan Wates. Artinya, kalau memungkinkan bisa menggunakan dana keistimewaan. Itu sedang kami usulkan,” katanya. (sut)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

DESTINASI

Arief Yahya Sebut Produk Spa dan Kesehatan Bisa Dongkrak Pariwisata

Published

on

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya.

Adilmakmur.co.id, Jakarta– Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengharapkan pariwisata kesehatan Indonesia dapat terus meningkat agar dapat lebih menarik minat wisatawan mancanegara.

“Berdasarkan jumlah usaha spa dan berdasarkan jumlah wellness tourism masih berada di urutan 17. Hal ini sangat disayangkan mengingat Indonesia sebenamya memiliki kualitas produk spa dan wellness tourism yang sangat baik dan kompetitif dan bisa dikatakan terbaik di dunia,” ujar Arief Yahya di sela acara malam anugerah “SPA & Wellness Tourism Award dan Pemilihan Duta Pariwisata SPA Indonesia 2019 tingkat Nasional” di Jakarta, Senin (9/9/2019)

Ia menambahkan sebagai upaya untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam pariwisata kesehatan dunia Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM), antara lain dengan melakukan sertifikasi kompetensi di bidang spa.

“Pada 2018-2019 ini, sebanyak 11.000 orang memiliki sertifikasi kompetensi di bidang Spa,” kata Arief Yahya.

Dalam kesempatan itu, Arif Yahya juga mengatakan spa merupakan bagian dari industri yang mendukung pariwisata dan ekonomi nasional. Saat ini pariwisata merupakan sektor unggulan dalam menghasilkan devisa kepada negara.

“Tahun ini pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar mencapai 20 miliar dolar AS, berada di urutan pertama menggantikan posisi migas dan minyak kelapa sawit (CPO),” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pariwisata Spa Indonesia (YPSI) Annie Savitri mengatakan Indonesia memiliki potensi SDM yang luar biasa di sektor pariwisata. Terlebih pemerintah tengah mendorong pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan Tanah Air.

“Daya saing industri pariwisata ditentukan oleh kualitas industri dan kualitas SDM yang didasarkan pada standar usaha pariwisata dan SDM pariwisata melalui kualifikasi okupansi nasional, spa ini masuk dalam 13 bidang industri pariwisata,” katanya.

Standar usahanya, lanjut dia, juga diatur sesuai dengan Permenparekraf Nomor 24 Tahun 2014 di mana produk spa memiliki delapan standar pengelolaan spa di dalamnya.

Penyelenggaraan spa & Wellness Tourism Award 2019 Indonesia mengangkat tema “Heritage Spa Indonesia” dengan misi memperkenalkan, membudidayakan, dan menjadikan spa Indonesia terbaik di kancah internasional. (zmi)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DESTINASI

Maskapai Garuda Diharapkan Buka Kembali Rute Kupang-Sumba

Published

on

Pembukaan kembali rute tersebut dirasa perlu karena saat ini Sumba menjadi pilihan kunjungan dari para wisatawan dalam maupun luar negeri.

Adilmakmur.co.id, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor B Laiskodat meminta maskapai Garuda Indonesia kembali membuka rute Kupang-Tambolaka, Sumba Barat Daya, setelah sebelumnya menutup rute tersebut.

“Saya berharap Garuda bisa kembali membuka rutenya ke Sumba dalam rangka ikut membantu atau terlibat dalam pembangunan di NTT ini,” katanya saat menerima manajemen Garuda Indonesia di ruang kerjanya, Kupang, Kamis.

Menurut dia, pembukaan kembali rute tersebut dirasa perlu karena saat ini Sumba menjadi pilihan kunjungan dari para wisatawan dalam maupun luar negeri.

“Saya sangat mengharapkan agar Garuda segera memikirkan penerbangan ke sana, karena menurut para wisatawan, Garuda masih menjadi armada yang sangat nyaman untuk digunakan,” ungkap mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem itu.

Di samping itu Viktor memastikan bahwa ke depan NTT akan berkembang pesat, karena memiliki potensi yang luar biasa kaya, yang saat ini sedang dikerjakan dengan serius.

NTT akan mengekspor ikan mentah, sehingga meminta Garuda ikut terlibat aktif dalam pembangunan di wilayahnya, kata Viktor.

Tahun depan NTT juga akan menambah satu bandara menjadi bandara internasional sehingga dua bandara internasional akan berada di NTT yakni El Tari Kupang dan Komodo di Labuan Bajo.

“Garuda harus tetap meningkatkan kualitas pelayanan agar mampu bersaing dengan maskapai lain yang akan berada di bandara internasional ini. Nah pembukaan kembali rute ke Sumba itu juga akan sangat penting,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi menceritakan pengalamannya saat ditanya wisatawan di Pulau Sumba.

“Ketika berkunjung ke Sumba, saya ditanya oleh beberapa wisatawan, berkaitan tidak beroperasinya lagi Garuda Indonesia ke Pulau Sumba. Saat itu, saya katakan bahwa mereka (Garuda) akan kembali ke sini dalam waktu dekat,” tambah dia. (krk)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DESTINASI

Kemajuan Teknologi Mudahkan Industri Kuliner Lakukan Pemasaran

Published

on

Untuk memenangkan persaingan, pelaku usaha harus memahami tiga kata kunci dalam mengembangkan suatu merek atau "brand", yakni digital, sosial, dan mobile.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Pengamat pemasaran Hermawan Kertajaya menilai bahwa kemajuan teknologi memudahkan industri kuliner melakukan pemasaran sehingga dapat berkembang lebih cepat dibandingkan industri lain.

“Industri kuliner cukup endorsement lewat ‘smartphone’ (gawai pintar). Kita tahu perputaran marketing melalui gawai sangat cepat sehingga industri itu dapat berkembang lebih cepat,” ujar Hermawan Kertajaya yang juga Founder & Chairman MarkPlus, Inc usai seminar “ASEAN Marketing Summit” di Jakarta, Kamis.

Baginya, lanjut dia, kemajuan teknologi tak terhindarkan lagi mengingat budaya masyarakat sudah berubah seiring dengan tingginya adaptasi teknologi di masyarakat. Efektivitas pemasaran melalui gawai pintar juga sangat cepat dibandingkan dengan pemasaran secara konvensional, termasuk dalam industri kuliner.

Kendati demikian, ia mengatakan, untuk memenangkan persaingan, pelaku usaha harus memahami tiga kata kunci dalam mengembangkan suatu merek atau “brand”, yakni digital, sosial, dan mobile.

“Perkembangan teknologi sangat cepat, bahkan terkadang sulit untuk dikejar. Untuk itu sebuah brand harus pahami tiga kata kunci, yakni digital, social, dan mobile,” katanya.

Ia menambahkan ketiga kata kunci itu harus dipahami mengingat kegiatan sosial saat ini tidak hanya terjadi secara offline, tapi juga online melalui media sosial.

“Dan itu terjadi secara mobile, hanya lewat perangkat ‘smartphone’. Jadi sekarang banyak sekali aktivitas seseorang didorong dan dilakukan secara digital,” katanya.

Perkembangan teknologi, lanjut Hermawan Kartajaya, juga akan berdampak positif pada industri perjalanan pariwisata yang akhirnya menambah aktivitas perdagangan dan investasi menjadi lebih baik.

“Pariwisata merupakan ‘gate opener’, bagi sektor perdagangan dan investasi,” ujar Hermawan Kertajaya.

Menurut dia, suatu daerah akan berkembang ekonominya jika sektor pariwisatanya maju. Dampak selanjutnya dari kemajuan pariwisata akan terasa pada produk -produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang akhirnya mengundang investor untuk berinvestasi.

“Kalau suatu daerah tidak bisa menarik atau mengembangkan pariwisata maka produk lokal susah dijual dan susah menarik investasi. Rugi kalau pariwisata tidak dijadikan ‘gate opener’,” ucapnya. (zbf)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending