Connect with us

DIGITAL

Ombudsman Tidak Setuju Rencana Blokir IMEI Ponsel Ilegal

Published

on

Komisioner Ombudsman RI, Ahmad Alamsyah Saragih.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Komisoner Ombudsman RI Ahmad Alamsyah Saragih tidak menyetujui langkah pemerintah yang akan melakukan pemblokiran IMEI ponsel ilegal karena dapat merugikan konsumen.

Menurutnya, daripada melakukan pemblokiran, lebih baik dilakukan pembenahan sistem impor untuk mencegah masuknya ponsel ilegal.

“Seharusnya pembenahan dan pemberantasan ponsel ilegal harus segera dilakukan dengan membuat suatu sistem yang terstruktur dan tanpa merugikan kosumen yang tidak tahu apa-apa,” kata Ahmad melalui siaran pers, Jakarta, Minggu (18/8/2019), menanggapi rencana pemerintah yang akan memblokir International Mobile Equipment Identity (IMEI) ponsel ilegal.

Menurut dia, pemblokiran gawai ilegal ini sebenarnya hanya menyelesaikan masalah di sektor hilir tanpa menyelesaikan permasalahan sektor hulu.

Ia menyarankan agar pemerintah bisa menjelaskan terlebih dahulu rancangan untuk mencegah masuk dan beredarnya ponsel ilegal ke Indonesia yang bertujuan agar publik bisa memberikan masukan.

“Harusnya pemerintah bisa mengajak masyarakat untuk ikut serta memberantas peredaran ponsel ilegal. Bukan malah (masyarakat) dikorbankan,” katanya.

Ia juga menyarankan jika pemerintah ingin memberantas ponsel ilegal dan mendapatkan pajak pertambahan nilai, pemerintah lebih baik memburu ritel ponsel di Mal Ambasador atau di ITC Roxy.

“Sebenarnya yang saat ini terjadi isunya adalah penggelapan pajak di ritel ponsel,” ujarnya.

Namun jika pemerintah tetap bersikukuh ingin menjalankan aturan pemblokiran IMEI tersebut, Ahmad meminta agar kementerian teknis membuat terlebih dahulu standar pelayanan perlindungan konsumen.

“Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan data pribadi dan IMEI masyarakat Indonesia demi kepentingan tertentu yang dapat memberikan kerugian yang cukup besar,” ujarnya. (apd)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

DIGITAL

DPR Disindir, Lebih Banyak Tertutupnya Dari Terbukanya Soal RKUHP

Published

on

DPR, adalah salah satu lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat disindir keseriusannya untuk meminta masyarakat terlibat aktif dalam pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Sindiran itu disampaikan orator aksi selamatkan demokrasi yang digelar di depan gedung parlemen Republik Indonesia Jakarta, Senin.

“DPR mengajak kepada publik terlibat aktif, tapi banyak yang terbukanya atau justru banyak yang tertutupnya. Silahkan jawab sendiri DPR,” kata orator aksi, Lini Zurlia di Senayan Jakarta, Senin.

Perempuan yang saat ini menjabat sebagai petugas advokasi ASEAN Sogie Caucus itu sangat marah ketika mengetahui pembahasan RUU KUHP dilangsungkan secara tertutup di sebuah hotel bintang lima di Jakarta.

Padahal ia mengaku pihaknya sudah bertanya berkali-kali ke DPR mengenai perkembangan pembahasan RUU tersebut namun DPR masih tertutup sehingga pasal-pasal yang berpotensi memenjarakan warga negara ada terus sampai sekarang.

Lini yang bergabung dalam sejumlah massa Aliansi Masyarakat untuk Keadilan Demokrasi menolak pasal ‘ngawur’ tersebut dipertahankan.

Mereka juga menuntut penundaan pengesahan RKUHP di halaman depan pintu masuk gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin.

Massa aksi membentangkan sejumlah poster sembari menandatangani poster berisi tulisan seruan aksi mereka menolak pasal ‘ngawur’ di RKUHP.

“RKUHP dapat Mengkriminalisasi Pengajaran Sains dan Logika #TundaRKUHP #HapusPasalNgawur,” tulis poster tersebut.

Tampak sejumlah mahasiswa beratribut Universitas Indonesia turut bersuara di sana. Mereka sepakat meminta RKUHP tidak dulu disahkan mengingat sejumlah pasal yang terdapat di dalamnya melanggar asas demokrasi.

“Menurut kami itu telah melanggar demokrasi di Indonesia,” ujar mahasiswa Vokasi UI, Aulia Fitriani.

Ia mencontohkan adanya pasal yang memperbolehkan pemerintah menangkap mahasiswa yang dianggap menghina Presiden. Ia menganggap rakyat memiliki hak untuk mengkritisi pemerintahnya.

“Maksud kami, jika kami ingin mengkritisi pemerintah kami, itu kan bisa ditangkap. Itu kan namanya melanggar demokrasi,” kata Aulia.

Selain itu, kemerdekaan mengemukakan pendapat rakyat yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945, akan sirna seiring berlakunya pasal-pasal tersebut. (abf)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL

Ilham Habibie : Hoaks Adalah Tantangan Medsos

Published

on

Putra Sulung dari Mantan Presiden RI ke-3, Alm. B.J. Habibie, Ilham Habibie.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ilham Akbar Habibie, putra sulung Presiden ketiga RI BJ Habibie mengakui bahwa hoaks dan sejenisnya menjadi tantangan seiring kian populernya penggunaan media sosial di masyarakat.

“Tantangan kita sekarang lebih ke medsos. Kalau kita menerapkan prinsip yang sama (dengan pers), akhirnya sebetulnya kembali kepada pembaca,” katanya, di Jakarta, Senin.

Hal tersebut disampaikannya usai menerima kunjungan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menyerahkan gelar kehormatan Bapak Kemerdekaan Pers Indonesia kepada mendiang Habibie.

Menurut dia, masyarakat sebagai konsumen atau pembaca harus lebih jeli dalam mengkurasi, mencerna, dan memahami setiap informasi yang didapatkan dari medsos.

Pelarangan medsos akan menjadi langkah yang kontraproduktif, kata dia, mengingat pemerintah dan masyarakat juga perlu masukan atau informasi dari berbagai sumber di era keterbukaan informasi seperti sekarang.

“Kalau kita melarang orang menyatakan pendapatnya, saya kira itu juga akan tidak memaksimalkan informasi berkualitas yang bisa kita pilih sebagai konsumen,” katanya.

Di sisi lain, diakui Ilham, melalui medsos kerapkali muncul hoaks, “fake news”, “hate speech”, “post thruth”, dan sebagainya.

“Saya kira, kalau orang menghasut pada umumnya, di manapun saja, apa saja, baik dalam bentuk tertulis atau lisan, saya pikir ada konsekuensi hukumnya,” katanya.

Artinya, kata dia, tetap ada rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar, misalnya menyebarkan ujaran kebencian, berita bohong, apalagi hasutan terkait suku, agama, ras, antargolongan.

Ilham mengatakan setiap negara juga menerapkan rambu-rambu seiring kebebasan informasi, seperti Jerman yang melarang kaitannya dengan penyebutan Nazi.

“Saya lama di Jerman jadi saya tahu. Kalau kita menyebut hal-hal, kayak misalnya Nazi gitu, enggak boleh. Karena, itu sensitivitas histori mereka. Di Indonesia mungkin ada yang serupa, SARA misalnya,” katanya. (zhd)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL

Apple Hadirkan Generasi Terbaru IPad dengan Harga Lebih Murah

Published

on

IPad generasi terbaru yang dipersenjatai chip A10 Fusion dan kemampuan Touch ID itu juga mendukung penggunaan Pencil dan Smart Keyboard.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Apple meluncurkan iPad generasi terbaru dengan harga lebih murah dari perangkat terdahulu dalam acara Apple Special Event, yang digelar di Auditorium Steve Jobs, Apple Park, Cupertino, California, Selasa (10/9) pagi waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Sebagai perbandingan, iPad generasi terbaru dibandrol mulai dari 329 dolar AS (sekitar Rp4,6 juta), sementara iPad Air, yang diluncurkan awal tahun ini, ditawarkan dengan harga 499 dolar AS (sekitar Rp7 juta).

“iPad terbaru ini sangat unik, bisa dibawa ke mana saja. Pertama kalinya menggunakan iPad OS dengan fondasi iOS tapi memiliki kekuatan besar untuk layar yang besar,” ujar CEO Apple, Tim Cook, dalam acara yang disiarkan secara langsung di apple.com.

iPad generasi ketujuh itu dibekali layar 10,2 inci retina display dengan tampilan 3,7 kali lebih lebar. Perangkat tersebut disebut dibekali sejumlah fitur di antaranya split view dan slide over, yang dapat digunakan untuk multi-tasking.

Ada pula fitur terbaru papan ketik bayangan di mana akan muncul papan ketik dengan ukuran mini pada ujung layar sehingga dapat memudahkan pengguna mengetik dengan satu tangan.

iPad generasi terbaru yang dipersenjatai chip A10 Fusion dan kemampuan Touch ID itu juga mendukung penggunaan Pencil dan Smart Keyboard.

Untuk pertama kalinya, Apple membuat iPad yang 100 persen dapat didaur ulang. Perangkat itu juga hadir dengan iPad OS, sistem operasi yang diumumkan Apple dalam Apple Worldwide Developers Conference (WWDC) 2019 pada Juni.

iPad generasi terbaru mulai dapat dipesan hari ini dan akan mulai tersedia di Apple Store pada 30 September. (anm)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending