Connect with us

FINANSIAL

Kenaikan Harga Cabai Merah Salah Satu Penyebab Inflasi di Jambi

Published

on

Pada Juli 2019 Jambi mengalami inflasi sebesar 0,48 persen dengan laju inflasi tahun kalender sebesar 2,03 persen.

Adilmakmur.co.id, Jambi – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Jambi pada Juli 2019 antara lain adalah cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras.

Selain itu, tarif angkutan udara, biaya bimbingan belajar, harga apel, ikan kembung, sekolah menengah pertama, semangka dan akademi/perguruan tinggi.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Dadang Hardiawan di Jambi Kamis (1/8/2019), mengatakan pada Juli 2019 Jambi mengalami inflasi sebesar 0,48 persen dengan laju inflasi tahun kalender sebesar 2,03 persen.

Inflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada lima kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,56 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,10 persen, kelompok sandang 0,53 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,78 persen serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,05 persen.

Dalam pembentukan inflasi Kota Jambi sebesar 0,48 persen, andil terbesar adalah dari kelompok bahan makanan sebesar 0,3656 persen, pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,1295 persen, sandang 0,0331 persen serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,0183 persen.

Dadang juga menjelaskan kelompok bahan makanan pada Juli lalu mengalami inflasi sebesar 1,56 persen atau terjadi kenaikan indeks harga dari 134,36 pada Juni menjadi 136,45 pada Juli 2019.

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada Juli mengalami inflasi 0,10 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 146,92 pada Juni menjadi 147,07 pada Juli, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada Juli mengalami deflasi 0,22 persen atau terjadi penurunan indeks dari 138,84 pada Juni menjadi 138,54 pada Juli 2019.

“Pada kelompok sandang mengalami inflasi sebesar 0,53 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 113,83, kemudian pada Juli 2019 kelompok kesehatan mengalami deflasi sebesar 0,57 persen atau mengalami penurunan indeks dari 130,82 pada Juni menjadi 130,08 pada Juli,” katanya.

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga juga mengalami inflasi sebesar 1,78 persen atau mengalami kenaikan indeks yaitu dari 131,74 pada Juni menjadi 134,08 pada Juli 2019 dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Juli mengalami inflasi sebesar 0,05 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 140,83 pada Juni menjadi 140,90 pada Juli. (nan)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DIGITAL

Sri Mulyani Dukung Teknologi Digital untuk Akuntabilitas Pemerintah

Published

on

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengisi acara Ignite The Nation, menyatakan dukungannya pada penerapan kemajuan teknologi digital untuk meningkatkan akuntabilitas pemerintah.

“Dari mana kita tahu kalau kita mengeluarkan ratusan triliun (dana pendidikan) itu betul-betul membantu operasional sekolah? Saya bayangkan dengan teknologi digital, Anda-Anda bisa punya pikiran karena sebetulnya digital economy adalah you try to connect dan menurunkan transaction cost,” kata Sri Mulyani saat menjadi pembicara pada acara yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta, Minggu (18/8/2019).

Perempuan yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas ini beberapa kali menyampaikan rencana-rencana belanja negara pada 2020, seperti anggaran pendidikan sebesar Rp505,8 triliun dan alokasi transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp858,8 triliun.

Terkait financial technology yang marak belakangan ini, Sri Mulyani berharap agar berbagai kebijakan dan peraturan yang mengatur hal itu dapat segera diselesaikan dengan baik.

Ia menginginkan terciptanya kondisi ideal, di mana peminjam uang maupun pemilik ide usaha yang dipinjamkan uang dapat merasa aman untuk saling bekerja sama.

Ia pun tidak segan mengakui bahwa pemerintah, termasuk dirinya, masih harus belajar banyak setiap hari untuk dapat memahami ekosistem keuangan di era digital.

Sri Mulyani juga menyatakan bahwa institusinya masih mencari sistem perpajakan yang adil dan sesuai untuk para pelaku usaha yang berdagang di dalam jaringan (daring). Ia menuturkan bahwa terdapat keluhan dari para pemilik marketplace bahwa jika para pedagang yang berjualan di market place tersebut dikenakan pajak, maka para pedagang akan beralih ke platform lain.

Meski demikian, Sri Mulyani menuturkan bahwa pihaknya akan terus mengejar para wajib pajak meski pindah platform berdagang. (ara)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FINANSIAL

Wapres Desak Gubernur BI Turunkan Lagi Suku Bunga

Published

on

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla mendesak Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk menurunkan lagi suku bunga acuan untuk mendorong investasi daripada meningkatkan kapital portofolio.

“Sistem keuangan yang baik, tentu bunga harus lebih rendah, Pak Perry. Jadi jangan terlalu bangga dengan masuknya kapital portofolio karena itu akibatnya pada beban BI untuk menaikkan bunganya. Saya tidak kuliahi Bapak, cuma harapan saja bahwa turunkan itu,” kata Wapres di hadapan peserta Seminar Nasional Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (9/8/2019).

JK menjelaskan apabila tingkat suku bunga tinggi, maka masyarakat akan lebih tertarik untuk menyimpan uangnya di bank; sementara jika suku bunga rendah, maka itu dapat mendorong tingginya investasi.

“Jadi teori dasar saja, kalau ‘interest’ tinggi maka larinya ke ‘saving’, tidak ke ‘invest’. Kalau bunga rendah, larinya ke ‘invest’. Jadi kalau bunga tinggi, otomatis ‘invest’ kurang,” tegas JK.

Belajar dari pengalaman krisis moneter tahun 1998, JK mengatakan kesalahan Pemerintah saat itu ialah mengikuti kemauan International Monetary Fund (IMF) dengan menaikkan suku bunga ketika terjadi peningkatan inflasi.

“Pengalaman kita 1998, kita didikte IMF, jadi begitu inflasi naik, naik lagi bunga. Padahal ‘interest’ yang tinggi menyebabkan inflasi lebih tinggi lagi, jadi bunga mendorong inflasi. Nah jadi sekarang (inflasi) sudah rendah, rendahkanlah bunga,” tambahnya.

Sebagai acuan, Wapres mengatakan Indonesia dapat belajar dari Thailand yang menerapkan suku bunga pinjaman 7 persen, sehingga investasi dan pertumbuhan ekonomi di Negeri Gajah Putih itu mengalami perbaikan.

“Kan kita punya target bagaimana menyaingi Thailand, kita masih 10-11 persen, masih empat persen lebih tinggi lawan Thailand. Jadi harus turunkan, Pak Perry,” ujarnya.

Selain Perry Warjiyo, permintaan JK untuk penurunan suku bunga itu juga disampaikan di hadapan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, dengan harapan dapat terjadi sinergi kebijakan untuk meningkatkan perekonomian. (fnn)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FINANSIAL

Wapres Minta Bank Mandiri Turunkan Bunga

Published

on

Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Bank Mandiri menurunkan bunga deposito secara bertahap supaya dapat meningkatkan minat investasi dan masyarakat tidak hanya menyimpan uangnya di bank.

“Saya yakin dengan kondisi ini tentu ‘customer’ daripada Mandiri tentu mempunyai potensi investasi yang lebih tinggi. Salah satunya ialah kita minta menurunkan secara bertahap bunga, baik bunga deposito, bunga bank sentral dan juga bunga pinjaman,” kata Wapres saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Market Outlook Bank Mandiri di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Wapres menjelaskan dengan inflasi saat ini sekitar 3,5 persen, seharusnya bunga deposito dan bunga pinjaman tidak boleh lebih dari lima persen.

Apabila bunga deposito di atas lima persen, perekonomian tidak berjalan dengan baik karena bank tidak hidup dari besarnya bunga melainkan dari tingginya pertumbuhan ekonomi, jelasnya.

“Jadi teori sederhana ekonomi, kalau bunga rendah, inflasi tinggi. Jadi kalau bunga tinggi, bagaimana orang investasi? Padahal ujung pertumbuhan ekonomi adalah investasi,” tambahnya.

JK mengatakan kesalahan utama penyebab krisis ekonomi pada 1998 adalah pelaku ekonomi dan perbankan mengaitkan antara inflasi dengan bunga sehingga naiknya inflasi dibarengi dengan kenaikan bunga.

“Begitu inflasi 60 persen, bunga pinjaman 75 persen, akhirnya bangkrut negeri ini. Dan semua kebangkrutan itu dibayar oleh negara. Juga sering kesalahan perbankan adalah selalu menghubungkan dengan The Fed. Padahal tidak ada hubungannya The Fed dengan Indonesia karena rupiah tidak ke mana-mana,” jelasnya.

Oleh karena itu, agar tidak terulang kesalahan serupa seperti pada krisis 1998, Wapres meminta perbankan untuk menurunkan secara bertahap bunga deposito dan bunga pinjaman kredit.

“Satu-satunya cara untuk menaikkan investasi ya turunkan bunga deposito. Kalau bunga deposito naik, orang senang saja makan dari bunga,” ujarnya.

Seminar Market Outlook Bank Mandiri diikuti oleh nasabah prioritas atau high net worth individuals (HNWI) untuk membahas mengenai iklim investasi terkini dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Nasabah HNWI Bank Mandiri saat ini tercatat lebih dari 55.000 orang dengan nilai total dana kelolaan sebesar Rp205,3 triliun, meningkat 6,75 persen dibandingkan akhir Juni 2018.

Hadir dalam acara itu Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto dan Direktur Bisnis dan Jaringan Hery Gunardi. (fra)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending