Connect with us

MEDIA

Semarakkan Hari Pers, PWI Gelar Anugerah Jurnalistik Adinegoro

Published

on

Setiap peserta wajib mengisi formulir dengan menyertakan salinan kartu karyawan dan surat pengantar dari redaksi.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar penghargaan tertinggi untuk karya jurnalistik di Indonesia, Anugerah Jurnalistik Adinegoro, guna menyemarakkan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2020.

“Lomba ini terbuka bagi wartawan yang bekerja secara aktif pada satu perusahaan pers, baik cetak, televisi, radio,maupun media siber,” demikian pengumuman yang ANTARA terima di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Penamaan anugerah tersebut dikarenakan penghargaan dikhususkan untuk karya-karya yang sudah dimuat/ditayangkan/disiarkan di media cetak, siber, televisi, atau radio pada periode 1 Desember 2018 hingga 30 November 2019.

Adapun enam kategorinya adalah, liputan berkedalaman (indepth reporting) untuk media cetak, siber, televisi, radio, serta karya foto jurnalistik untuk media cetak dan siber serta karya karya karikatur opini untuk media cetak dan siber.

Setiap media diperbolehkan mengirimkan maksimal 15 karya setiap kategori dengan ketentuan seluruh hasil karya liputan berkedalaman wajib menyertakan link karya melalui Google Form.

Khusus untuk karya foto jurnalistik dan karikatur jurnalistik, wajib mengirimkan dalam bentuk softfile beserta caption yang diunggah pada Google Form.

Selain itu, seluruh karya wajib disertai sinopsis sebanyak dua hingga tiga paragraf mengenai isi dan pembuatannya, sedangkan untuk karya televisi dan radio wajib menyertakan clock program bersama sinopsis.

Terakhir, setiap peserta wajib mengisi formulir dengan menyertakan salinan kartu karyawan dan surat pengantar dari redaksi.

Periode pengiriman karya dimulai 15 Agustus hingga 1 Desember. Nantinya setelah diseleksi oleh tokoh pers, pengamat, dan akademisi bidang jurnalistik pada pekan kedua Desember 2019 hingga pekan kedua Januari 2020.

Adapun pemenang dari masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah uang Rp50 juta dan trofi Anugerah Adinegoro 2019 serta piagam yang akan diserahkan pada acara puncak HPN 2020.

Mengenai informasi lebih lanjut peserta bisa menghubungi panitia PWI dengan mengirimkan surat elektronik ke alamat anugerahjurnalistik.adinegoro@gmail.com. (ran)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MEDIA

Wapres Minta KPI Jaga Obyektivitas dalam Mengawasi Media Penyiaran

Published

on

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Komisi Penyiaran Indonesia menjaga obyektivitas dalam melakukan tugasnya mengawasi media penyiaran, baik stasiun televisi atau radio, di Indonesia.

“Memang tidak mudah menjaga itu karena tidak ada aturan yang bisa mengatur apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Norma dan etik itu sangat subyektif, jadi apa yang melanggar atau tidak itu pasti debatable,” kata Wapres JK saat membuka Rapat Pimpinan KPI Tahun 2019 di Istana Wapres Jakarta, Rabu.

Menekankan obyektivitas dalam pengawasan terhadap media penyiaran, lanjut JK, menjadi solusi penting di tengah tren industrialisasi media. Media massa saat ini menjadi industri yang harus memenuhi tuntutan publik supaya tetap bertahan di tengah menjamurnya media alternatif.

“Kalau dulu media membawa pesan dari pemerintah, dari masyarakat dan ada ideologi yang masuk; sekarang yang masuk ke media itu adalah industri. Industri itu soal untung atau rugi,” kata JK.

Oleh karena itu, selain kontrol dari masing-masing media televisi dan radio, KPI juga perlu menerapkan obyektivitas dalam mengawasi media penyiaran. KPI juga harus menjunjung independensi dalam pengawasannya, sehingga tidak memiliki kepentingan dengan pemilik modal.

“Jadi, anda (KPI) bekerja tidak bisa hanya berdasarkan undang-undang karena nanti anda hanya bicara soal melanggar norma. Jadi memang harus dipertaruhkan itu obyektivitas dan juga independensi dari pemilik modal,” ujar Wapres.

Rapim KPI Tahun 2019 dibuka Wapres JK di Istana Wapres, Rabu, dengan dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan pimpinan KPI Pusat dan perwakilan KPI daerah.

Agenda Rapim KPI antara lain membahas revisi pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran (P3 dan SPS), penyusunan panduan online single submission (OSS) dan implementasi sistem stasiun berjaringan (SSJ) melalui siaran konten lokal. (frn)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Dewan Pers Minta di Libatkan dalam Pembahasan RKUHP

Published

on

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, Agung Dharmajaya.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Dewan Pers meminta pihaknya dilibatkan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) terkait dengan pengaturan pers setelah DPR dan pemerintah menunda pengesahan RUU itu.

“Terkait pers, Dewan Pers dan konstituen akan mengawal dan berharap terlibat dalam prosesnya,” ujar Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Agung Dharmajaya di Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Secara prinsip Agung mengatakan bahwa Dewan Pers mengapresiasi dan berterima kasih atas penundaan pengesahan RUU KUHP.

Namun, selanjutnya RUU KUHP harus memenuhi rasa keadilan dalam demokrasi, sementara sejumlah pasal dalam RUU KUHP justru membatasi kebebasan pers.

Secara terpisah, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan pun mendesak DPR dan pemerintah mendengarkan aspirasi komunitas pers agar pasal-pasal dalam RUU KUHP sejalan dengan semangat reformasi.

“Kami mendesak DPR mencabut pasal-pasal yang mengancam kebebasan pers, setidaknya ada 10 pasal itu atau mengkaji ulang,” kata Manan.

Pasal tersebut adalah Pasal 219 tentang penghinaan terhadap presiden atau wakil presiden, Pasal 241 tentang penghinaan terhadap pemerintah, Pasal 247 tentang hasutan melawan penguasa, Pasal 262 tentang penyiaran berita bohong, dan Pasal 263 tentang berita tidak pasti.

Selanjutnya, Pasal 281 tentang penghinaan terhadap pengadilan, Pasal 305 tentang penghinaan terhadap agama, Pasal 354 tentang penghinaan terhadap kekuasaan umum atau lembaga negara, Pasal 440 tentang pencemaran nama baik, dan Pasal 444 tentang pencemaran orang mati. (dda)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL

Aksesoris PopSockets Rambah Bisnis Pegangan Minuman Setelah Ponsel

Published

on

PopThirst Can Holder buatan PopSockets, perusahaan yang terkenal membuat pegangan pop-out untuk ponsel.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Perusahaan aksesoris untuk pegangan ponsel pintar PopSockets mulai merambah pasar baru yaitu pegangan untuk produk minuman sebagai hasil inovasi mereka.

Perusahaan yang telah mengantongi keuntungan sebesar 90 juta dolar AS (sekira lebih dari Rp1,2 triliun) hanya pada 2018 itu, seperti dikutip dari TechCrunch dan Delish, Senin, tetap mempertahankan bentuk pegangan yang disebut PopGrip sebagai ciri khas PopSockets

Produk terbaru yang ditujukan sebagai pegangan produk minuman itu lantas dinamai PopThrist dengan ukuran yang disesuaikan ukuran kaleng minuman ataupun kemasan minuman panas.

PopThirst Can Holder memakai material dari busa untuk mencegah tangan tergelincir saat memegang kaleng minuman.

Model PopThirst kedua bernama Cup Sleeve untuk membungkus gelas kopi, seperti gelas plastik sekali pakai dari kedai kopi ataupun gelas bir. Cup Sleeve dirancang untuk minuman panas maupun dingin, juga memiliki pegangan PopGrip.

Sama seperti PopGrip untuk ponsel, pegangan PopThirst juga dapat ditarik agar terdapat ruang untuk menyelipkan jari atau didatarkan kembali jika sudah tidak dipakai.

Perusahaan yang berbasis di Colorado, AS itu sudah menjual PopThirst di laman mereka, kedua model Can Holder dan Cup Sleeve dihargai 15 dolar AS. (apd)


Media Adilmakmur.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiadilmakmur@gmail.com, dan redaksi@adilmakmur.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending